CARDITION 2019
Tanggal : 2019-09-18 16:45:34 Oleh : ivan

Cardition 2019 - Memecahkan Problematika Pasca Bencana melalui Post Disaster Shelter

 

Indonesia berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik. Kondisi geografis ini menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang rawan bencana letusun gunung api, gempa, dan tsunami. Saat pasca bencana tentunya para korban membutuhkan bantuan dari semua pihak, termasuk tempat tinggal sementara.

Berdasarkan isu ini, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Desain Produk iSTTS mengajak siswa-siswi SMA se-Jawa Timur berpartisipasi dalam lomba Cardition 2019: Science x Design dengan menciptakan konsep post disaster shelter untuk para korban bencana. Satu tim terdiri atas tiga orang. Sebagai informasi, Cardition merupakan singkatan dari Creative Art and Design Competition. Membuat maket menjadi tradisi Cardition. Lomba untuk murid SMA se-Jawa Timur ini sudah menjadi agenda tahunan HIMA Desain Produk iSTTS. Tahun ini adalah ketiga kalinya Cardition diadakan. Bertempat di Auditorium iSTTS lomba ini digelar pada hari Sabtu (7/9) lalu pada pukul 08.00 WIB. Acara dibuka dengan sambutan sekaligus briefing dari ketua Cardition, Jessica. “Saya berharap kalian dapat memberikan karya yang terbaik,” tutupnya. Setelah berdoa, para peserta mulai bekerja membuat maket yang berdurasi enam jam. Para peserta harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan panitia, yaitu konsep, keunikan, kekokohan, kerapian, dan nilai estetika.

Panitia menyediakan multipleks berukuran 40x60 cm sebagai dasar maket mereka. Selain itu, para peserta juga diberi PVC foam, lem G, dan cat warna dasar, yang sebelumnya sudah dijelaskan pada saat technical meeting pada hari Rabu (11/9). Apabila merasa bahan-bahan yang disediakan kurang, peserta diperbolehkan membawa bahan tambahan. Selama pembuatan maket mereka juga diperbolehkan bekerja sambil makan agar suasananya lebih santai, dengan harapan para peserta mampu berkarya sekreatif mungkin.

Seusai membuat maket, setiap tim mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri: Ibu Agatha Dinarah Sri Rumestri, S.T., M.Ds. dan Bapak Sigit Firdaus Prayogi, S.T., M.Ds., selaku dosen Desain Produk iSTTS. Setelah merundingkannya cukup lama, dewan juri akhirnya mengukuhkan SMAK Santo Carolus Surabaya sebagai juara 1, SMA Petra 1 Surabaya sebagai juara 2, dan SMA Negeri 2 Surabaya sebagai juara 3. Selamat untuk para pemenang dan terus lah berkarya!